Lelaki itu…

Tulisan ini hanya copas dari gambar dan caption yang saya dapat dari akun Ustadz @har030324 sebagai pengingat bagi semua lelaki, termasuk saya. 🙂

Dari gambar:

Lelaki…

Di tanganmu semua harus rapi. Soal nafkah, kamu lah yg harus penuhi. Pekerjaan rumah tangga? Itu bukan tugas istri.

Jika rumahmu berantakan, kamulah orang pertama yang layak disalahkan.

Kamu tidak boleh capek. Bekerjalah maksimal hingga keluar urat di leher. Tapi tetaplah tersenyum sampai di rumah karena orang rumah tidak mau melihat kamu lelah.

Teruslah menjadi lelaki yang siap menanggung beban anak istri. Selamanya, hingga Allah memanggilmu pulang dan tidak di dunia ini lagi.

Dari caption:

#KEHIDUPAN SUAMI ISTERI KEHIDUPAN DUA SAHABAT

Meski Islam menjadikan pria sebagai “Qawam” bagi isterinya, tidak berarti suami identik dengan raja, dan isterinya menjadi rakyat. Suami menjadi majikan, dan isterinya menjadi pembantu, bahkan budak. Tidak. Bukan begitu makna “Qawam”

“Qawam” itu adalah sandaran. Suami adalah sandaran hati isteri. Maka, suami harus siap menampung keluh kesahnya. Jadilah pendengar yang baik bagi isterimu

“Qawam” itu artinya, suami membimbing dan menuntun isterinya. Memenuhi apa yang menjadi nafkahnya. Makanan, pakaian dan tempat tinggalnya. Dengan bekerja di luar rumah mencari nafkah

Isteri adalah ibu dan pengurus rumah. Meski capek bekerja, ketika melihat isteri membutuhkan bantuan, tanpa diminta, suami akan membantunya. Begitu juga sebaliknya

Hal-hal kecil, seperti mencuci piring, bejana, menjahit baju, mencuci pakaian kotor juga dilakukan Nabi. Begitu juga membuat minuman, Nabi membuat sendiri. Kalau di rumah tak ada makanan, dengan segera Nabi berpuasa. Kalau ada makanan, dan masakannya kurang pas pun, Nabi tidak mengeluh apalagi mencaci

Itulah cara Nabi menjaga perasaan isteri. Cara Nabi menjadi sahabat bagi isterinya, dan cara Nabi menjadi “Qawam”

Nabi di rumah juga bergurau dengan isterinya. Membuat isterinya tersenyum dan tertawa. Kadang Nabi merayu dan menggoda mereka. Meski tak berarti di rumah mulianya tak pernah ada masalah

Suatu ketika Aisyah ada masalah dengan Nabi, Nabi ajukan beberapa nama menjadi penegah, Aisyah menolak, hingga disetujuilah Abu Bakar, ayahnya sebagai penegah. Saat tahu masalahnya, Abu Bakar marah, putri dipukul hingga hidungnya berdarah. Saat itu, Nabi dengan penuh kasih sayang mengusap hidung Aisyah yang berdarah, membersihkannya dengan air dan kain. Usapan yang penuh kasih sayang dan cinta

Nabi menjadi suami terbaik bagi isterinya, baik saat monogami 25 tahun dengan Khadijah, maupun poligami 10 tahun dengan 9 isterinya

Kata Nabi, “Lelaki terbaik, adalah lelaki yang paling baik kepada isterinya. Dan akulah lelaki yang paling baik kepada isteriku.” Maka, wasiat khutbah wada’ pun ditujukan kepada lelaki agar berbuat baik kepada isterinya

Kenapa Pengen Jadi Pengusaha?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Postingan ini dikhususkan untuk menjawab pertanyaan kawan baik saya Fiqri Azmi Muchlis saat bertanya “San, naha ente embung gawe?” (San, kenapa ga mau kerja?). Waktu itu saya gak kepikiran untuk jawab dengan baik, nyeplos aja “Embung aya nu nitah.” (Ga mau ada yang nyuruh). Terus Fiqri kayak gak puas dengan jawaban saya. Namun saya waktu itu juga ga bisa jawab dengan detail. Dan postingan inilah detailnya. 😉

Seseorang memilih sebuah pilihan tidak begitu saja memilihnya tanpa referensi terdahulu. Maka sebetulnya saya bukan ingin mengecilkan profesi selain pengusaha, namun referensi saya lebih banyak pengusaha daripada pekerja. Sesederhana itu sebetulnya. Lalu apa referensi saya sehingga menjadikan saya ingin menjadi pengusaha?

Referensi menjadi pengusaha:

  1. Buku Bisnis Online Milyaran (BOM) yang ditulis oleh mas Fikry dan bang Motty
  2. Buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula. Ditulis oleh kang Dewa
  3. Tulisan blog Ustadz Kok Dagang? Ditulis oleh Ustadz Felix Siauw
  4. Buku The Power of Kepepet. Ditulis oleh mas J.
  5. Dan masih banyak buku, podcast, dan tulisan tentang pengusaha.

Saya pribadi ingin menjadi pengusaha karena ingin bertemu dengan orang tua saat ingin bertemu. Tidak ingin terhalang oleh kalimat “maaf bu/yah, Ihsan lagi kerja.” Ingin bertemu teman saat ingin bertemu. Tidak ingin terhalang oleh kalimat “sorry, urang keur gawe.” Ingin kajian saat ingin kajian. Tidak terhalang oleh bergumam “duh, lagi jam kerja.”

Semoga tulisan singkat ini jadi jawaban yang memuaskan buat Fiqri dan saya pribadi.

Apakah ada keinginan untuk bekerja? Ternyata ada, saat dulu mau masuk SMK tapi malah masuk SMA. Lingkungan juga berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung.

😀

Modelling Ibn Abu Quhafah (Part I)

Abdullah Ibn Abu Quhafah aka. Abu Bakar Ash-Shiddiq Khalifatur Rasulullah.

Pemuda Penjaga Kehormatan

Ibn Abu Quhafah adalah seorang pemuda yang sangat menjaga kehormatannya dari perbuatan-perbuatan tercela yang sering dilakukan oleh penduduk Makkah sebelum Islam. Perbuatan-pebuatan tercela yang biasa mereka perbuatan adalah meminum khamr, berjudi, mengundi nasib, bergaul dengan perempuan, dan hal tidak terpuji lainnya. Suatu ketika saat Ibn Abu Quhafah diajak oleh kawan-kawannya untuk pesta khamr, Ibn Abu Quhafah menolaknya dengan alasan menjaga kehormatan dirinya.

Tafsir Mimpi Ibn Abu Quhafah

Ketika Ibn Abu Quhafah berdagang di Syam, suatu malam ia bermimpi bahwa matahari dan rembulan mendekat lalu hinggap di pangkuannya. Ibn Abu Quhafah lantas menyentuhnya lalu mendekapnya erat-erat di dadanya. Penasaran dengan tafsir tersebut, lalu Ibn Abu Quhafah pergi ke salah satu pendeta di Syam, pembicaraan hanya berdua secara rahasia.

Ibn Abu Quhafah menceritakan mimpi tersebut pada pendeta tersebut untuk mendapatkan tafsir mimpinya. Pendeta itu bertanya “Kau berasal dari mana dan apa nama sukumu?”

“Aku berasal dari Kota Makkah dan nama sukuku adalah Taim.”

“Untuk kepentingan apa kau ada di Syam?”

“Aku di negeri ini untuk urusan bisnis.”

Pendeta itu menjelaskan, “Ketahuilah bahwa telah datang pada zamanmu ini seorang lelaki dari keluarga bani Hasyim bernama Muhammad yang digelari Al-Amin (sang Terpercaya). Dia akan ditahbiskan menjadi nabi dan rasul akhir zaman. Jika bukan karena Muhammad, Allah tidak akan menciptakan langit dan Bumi beserta isinya. Jika bukan karena Muhammad, Allah Yang Maha Esa tidak akan menciptakan Adam, para nabi, serta para rasul. Muhammad adalah sayyid (penghulu) para nabi dan rasul Allah. Dia adalah penutup para nabi Allah dan penghulu para rasul-Nya.”

Ketika Ibn Abu Quhafah kembali ke Makkah, para petinggi Quraisy memberitahukan bahwa ada orang bernama Muhammad yang mengaku sebagai Nabi.

Ketika bersua dengan Rasulullah saw., Ibn Abu Quhafah berujar “Wahai Putra Abdullah, mengapa engkau meninggalkan keyakinan yang sudah mentradisi dan dianut masyarakat kita sejak lama?”

“Wahai Putra Abu Quhafah, sesungguhnya aku ditahbiskan menjadi nabi Allah dan aku adalah rasul-Nya yang diutus kepadamu dan kepada seluruh manusia. Jadi, berimanlah kepada Allah Azza wa Jalla.”

“Bisakah kau tunjukkan bukti bahwa dirimu adalah nabi dan utusan Allah?”

“Bukankah kau telah menemukan buktinya?”

“Bukti apa?”

“Penjelasan pendeta yang kau tanyai perihal tafsir mimpimu di negeri Syam. Bukankah dia telah menitipkan sesuatu kepadamu untuk kausampaikan kepadaku?”

Ibn Abu Quhafah kaget dengan perkataan Rasulullah saw. padahal saat percakapan Ibn Abu Quhafah dan Pendeta sangat rahasia.

Karena itulah Ibn Abu Quhafah berujar pada Rasulullah saw. “Jadilah saksi atas keislamanku. Sesungguhnya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Gelar Ash-Shiddiq (Sang Pembenar)

Pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian, Allah mendelegasikan Malaikat Jibril untuk menjemput Rasulullah guna menghadap Allah Azza wa Jalla. Jibril membangunkan Rasulullah saw. dan membimbingnya ke luar Masjidilharam dan dipersilakan untuk menaiki kendaraan yang disebut Buraq. Dengan didampingi Malaikat Jibril, perjalanan agung pada malam hari (Isra’) itu pun dimulai.

Saat keesokan harinya, Rasulullah saw. mewartakan bahwa dirinya sudah melakukan Isra’ dan Mi’raj dalam satu malam, lalu mendapat perintah untuk shalat. Beberapa muslimin ada yang meragukan tentang perjalanan Isra’ Mi’raj beliau saw. hanya dalam satu malam. Tapi berbeda dengan Ibn Abu Quhafah yang 100% meyakini tentang Isra’ dan Mi’raj-nya Rasulullah saw. dari keyakinan inilah akhirnya Ibn Abu Quhafah mendapat gelar Ash-Shiddiq yang dalam bahasa Indonesia berarti Sang Pembenar.

Sepeninggal Rasulullah saw.

Ayat terakhir yang diwahyukan pada Rasulullah saw. yaitu Al-Maidah ayat 5 membuat banyak sahabat berbahagia, namun tidak dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq menangis karena memiliki dan pemaknaan lebih dibanding sahabat lain. Abu Bakar Ash-Shiddiq peka dan memahami terhadap wahyu terakhir ini yang berarti berakhir pula tugas Rasulullah saw. di dunia.

Sepeninggal Rasulullah saw. terjadi pemberontakan, murtad, munculnya nabi palsu, enggan membayar zakat, dan lemahnya iman beberapa orang.

Wasiat Rasullah saw. Untuk Memberangkatkan Pasukan Usamah bin Zaid

Bagian ini, kita lanjut di Part II. InsyaAllah. 🙂

Referensi : Majidy, M. (2013). Abu Bakar The 1st Khalifah. Bandung : Sygma Creative Media Corp.

Modelling Success

While I type this post, I’m joining upgrading self in WhatsApp group. I feel must have environment like that in my pocket. My university is still in holiday mode, so I want have good mood, attitude, and skill when holiday mode has finished. I type this post in my parent’ house with opened door and bright morning.

Maybe You have watched this video (link), I recommended You to watch that video before continue read this post. Because I watch that video too before type this post.

If You feel unmotivated, continue read this post!

“Memodel Sukses Seperti Mengadon Kue.”

-Jaya Setiabudi

Menghasilkan seorang wirausaha yang tangguh, seperti mengadon kue, diperlukan:

  • Tujuan
  • Alat dan bahan
  • Takaran
  • Urutan
  • Cara
  • Durasi
  • Lingkungan

Satu saja tidak terpenuhi, maka hasilnya tak akan maksimal.

2 Unsur Memodel Sukses:
1. Belief System (Sistem Keyakinan)
2. Strategy (Strategi)

Belief System

Pola negatif yang harus dirusak “Saya gak bisa jualan.” Lalu dibentuk keyakinan yang positif dan membangun. Karena tidak ada bayi yang otomatis bisa jalan, tidak ada orang yang bisa apapun, selain dengan latihan.

Yang membentuk keyakinan:

  • Orang tua, kawan, lingkungan
  • Pendidikan
  • Film, musik, kata-kata

Motivasi terbagi jadi 2:
Pain, rasa sakit yang akan dirasakan saat mempertahankan pola gagal.
Pleasure, rasa senang yang akan dirasakan saat berubah menuju pola sukses.

Kita punya potensi saat kepepet tercipta. Karena ketakutan hanyalah bayangan.

Alasan- Motivasi – Target ada tiga tingkatan:
1. Material
2. Emosional
3. Spiritual

Tidak perlu langsung ke spiritual tingkatannya (jika belum bisa) karena ada fase-fase tertentu. Mulai dari tingkatan material tidak terlalu jadi masalah.

Menginderakan Impian

Membayangkan kesenangannya dan kesakitannya saat terwujud/tidak terwujud.
Datangi! Tanya aja. Saat dipermalukan, tidak ada yang hilang dari kita.

3 Step Neuro Associative Conditioning (NAC)

  1. Menemukan daya ungkit -> Terutama untuk para pengajar.
  2. Merusak pola gagal, dengan rasa sakit yang ekstrim.
  3. Membangun pola sukses dan rasa senang saat meraihnya.

  1. Daya ungkit adalah sesuatu yang membuat kita terus bergerak. Bisa jadi SIAPA dan juga APA.
  2. Merusak pola gagal dengan cara visualisasi jika pola gagal itu terus dipertahankan.
  3. Membangun pola sukses juga dengan cara visualisasi keberhasilan saat pola sukses terbangun dan terwujud.

Simulasi menemukan daya ungkit:

  1. Sharing orang yang berpengaruh.
  2. Di Young Entrepreneur Academy, diajarkan membuat Dream Map, Selling Competition, Field Trip, Magang pada pengusaha kecil karena bisa belajar dari hulu sampe hilir, home biz, dan event organizer.

Diperlukan simulasi-simulasi untuk membangun belief system.

Daftar rekomendasi film untuk membangun belief system:

  1. The Billionaire
  2. Joy
  3. 3 idiots
  4. The Social Network
  5. Jobs -> Untuk mahasiswa, jangan menunggu guru mengajarkan.
  6. The Founder
  7. Terminal
  8. Walt Before Mickey

Role Model

Cara terbaik memodel Belief System seseorang adalah dengan mengetahui:

  1. Aktivitas kesehariannya -> Kalau bisa magang atau jadi sopirnya.
  2. Apa yang ia pikirkan saat AKAN melakukan sesuatu.
  3. Proses pengambilan keputusan saat menghadapi masalah.
  4. Kata-kata yang ia gunakan, QUOTES yang sering ia ucap.

Tanyakan hal-hal kecil yang perlu ditanyakan.

Self-talk sarafnya ada di pandangan bawah kiri, internal auditory sarafnya ada di pandangan bawah kanan.

Quotes bisa digunakan sebagai penyemangat saat musibah menimpa. Contoh Quotes:

  1. Sukses Berpola, Gagal Berpola
  2. Jika Gak Ada Orderan, Ciptakan Orderan
  3. Semua orang sukses pernah bangkrut, sekarang saya bangkrut, tinggal suksesnya
  4. Ayo, sedikit lagi, sepuluh langkah lagi

Saat seseorang membaca kata positif, hormon serotonin bertambah sehingga memberdayakan semangat membangun seseorang.

Sharing terbaik adalah dengan cara datang dan magang.

References:
https://www.youtube.com/watch?v=6Fnsy0OB4ic

Plan Your Goals With SMART Model

Specific (Spesifik)
Measurable (Terukur)
Achievable (Bisa dicapai)
Realistic (Realistis)
Time limit (Batas waktu)

Specific

Goals yang spesifik adalah goals yang terdapat angka di dalamnya dan jelas. Kita bisa menulis target “masuk universitas” tapi untuk jadi spesifik maka tanya lagi “masuk universitas mana?”

Measurable

Measurable adalah peningkatan yang bisa diukur. Progresnya terlihat, terasa, dan bisa dihitung. Jika universitas mana sudah terjawab, maka dengan measurable menjadi begini kalimatnya masuk Universitas Indonesia pada tahun ini.

Achieveable

Prinsip achievable maksudnya adalah goals bisa dicapai. Cara ngukurnya gimana? Look at past. Liat spion bentar. Karena pernah dapat apa yang diinginkan sebelumnya.

Realistic

Prinsip realistic maksudnya adalah setidaknya saat menuliskan target. Tidak menjadikan diri takut duluan. Contohnya, sekarang masih minta uang bulanan 3 juta. Bisa aja dikurangin jadi 1 juta aja. Tapi kalo dirasa belum kuat karena realita, maka 2 juta aja. Biar saat jatuh, tidak terlalu menyalahkan diri.

Time Limit

Supaya target semakin terarah, maka harus ada waktu yang jadi patokan. Batas waktu. Contohnya selesai skripsi di tahun 2022 bulan Januari.

KS – KD (PS – DS)

Kondisi Sekarang – Kondisi Diinginkan (Present State – Desire State)

Materi Kondisi Sekarang dan Kondisi Diinginkan pertama kali saya tau dari videonya mas Gazan (link). Dalam materi ini ada 3 kolom yaitu : KS – HOW TO – KD.

KS Kondisi Sekarang diisi dengan kondisi kita saat ini secara nyata. Tiap orang pasti kondisinya berbeda, jadi ga usah nyontek sama temen sebelah. Mungkin KS seseorang adalah seorang Reseller dengan omset dibawah 1 juta per bulan, tapi bisa juga KS Anda adalah seorang Distributor dengan omset 100 juta per bulan. Tulis juga di kolom KS ini tahun saat kita membuat KS ini. Misal, saat ini, tahun 1440 H.

KD Tulis saja dulu Kondisi yang memang Anda inginkan. Bebas, tidak perlu terpatok dulu dengan kondisi hidup dan keuangan. Berani ajalah. Ohiya, tulis juga tahun yang Anda inginkan supaya KD tercapai. Misal 1442 H. Targetnya misal Distributor dengan 5 Reseller dan Omset 200 juta per bulan.

How To Kolom How To dibuat diantara kolom KS (kiri) dan kolom KD (kanan). Lalu pikirkan atau cari tahu hal kecil/besar apa saja yang harus dilakukan supaya bisa mencapai KD. Misal buka pendaftaran reseller, buka channel penjualan lain, internet marketing, develop reseller, dll. Silakan pikirkan.

Tentang Kerja Remote (Jarak Jauh)

Seharian saya nonton video tentang kerja remote mulai dari penjelasan orang Indonesia sampe penjelasan dari pemilik aplikasi untuk kerja remote dari Basecamp – Jason Fried.

Menarik untuk dibahas apalagi untuk siapapun yang ingin kerja dari rumah atau dimanapun tempat yang disukai oleh Anda. Karena jika suatu pekerjaan yang bisa dilakukan dimanapun tanpa harus ke kantor, kenapa harus ke kantor dengan menghabiskan waktu yang tidak bisa dikatakan sedikit ditambah mood yang mungkin akan turun karena perjalanan jauh nan melelahkan.

Kerja remote tidak melulu di rumah, Anda bisa coba kerja di coworking space, cafe, outdoor, atau bahkan di pantai.

Waktu

Memang kerja dimana saja yang diinginkan. Tapi ingat lagi, ini adalah kerja. Ada beberapa perusahaan yang tidak mematok waktu kerja (yang penting kerjaan selesai) dan ada juga yang mematok waktu kerja. Dalam salah satu interview (link) perusahaan tersebut mematok waktu kerja selama 25 jam per pekan. Untuk memantaunya bisa menggunakan software yang tersedia di internet.

Maka waktu perlu menyesuaikan dengan kultur dan kesepakatan waktu dengan perusahaan dimana kita bekerja (full atau part).

Satu Hal Dari Kerja Remote

Fokus!

Mungkin ini yang tidak akan pernah kita dapetin di saat masa sekolah bahkan kuliah. Fokus.

Entah Anda, tapi di SMP Saya pernah merasakan bagaimana sangat lelahnya aktif di 4 ekstra kulikuler sekaligus (dan berakhir dengan ketidak profesionalan). Saat SMA saya bisa melepas ‘keserakahan’ itu. Namun sekarang (kuliah) entah apa yang merasuki saya sehingga ruh ‘keserakahan’ itu tumbuh lagi. Saya baru tersadarkan bahwa ada ruh ‘serakah’ lagi setelah denger podcast dari Hendra Setiawan (link).

Jenis Pekerjaan

Saat ini produksi tempe belum bisa dilakukan secara remote, tapi kita masih punya kesempatan untuk bekerja remotely di perusahaan tempe. Maka setidaknya Saya tulis beberapa jenis pekerjaan yang dicari perusahaan atau client. Berikut daftarnya :

  • ilustrator
  • android dev
  • front end dev
  • back end dev
  • content writer
  • brand identity
  • social media content
  • training online
  • IOT
  • translator
  • web dev
  • UI
  • Fotografi
  • admin
  • dll

Skill penunjang (banget) :

  • Bahasa Inggris
  • Mandiri
  • Time management
  • Project management
  • Berpengalaman
  • Portofolio
  • Spesifik kerjaan

Minus Kerja Remote

Tak ada tanduk yang tak retak

Btw, saat tulisan ini dibuat, saya belum kerja remote secara full. Tapi biasanya tugas kelompok di kuliah biasanya langsung saya switch ngerjainnya online. Selain enggak banyak becanda, juga meminimalisir lirikan mata.

Lagi baca komen-komen di grup fb Kami Kerja Remote dan ternyata ya ada juga minus dari kerja remote. Berikut setidaknya beberapa poin yang akan cepat atau lambat dirasakan saat kerja remote:

  • Ga ada temen buat becanda
  • Siap-siap boomerang waktu
  • Terlihat nganggur

Peluang Kerja

Submit kerja onsite atau remote pasti orang-orang yang submit adalah yang satu kompetensi sama dan tidak bisa dibilang sedikit orang yang apply. So, pahit memang tapi Anda perlu tau kalau “dunia ini tidak adil” banyak orang hanya memperhatikan sedikit orang. Dan itu berlaku juga saat apply pekerjaan.

Tapi peluang kerja secara remote kelebihannya adalah menembus batas geografis. Jasad kita di Bandung, kerjaan dari orang Kalimantan bahkan dari orang Australia sangatlah mungkin.

Pengen Jujur di Tengah Tipuan

“Semuanya netral, respon kitalah yang menjadikannya negatif atau positif.”
-Fikry Fatullah

Mungkin saat tulisan ini dibuat, sangat sulit sekali kita melakukan suatu hal secara jujur dan pure.

Manipulasi data untuk mendapat proyek sesuai keinginan penyumbang dana, menyembunyikan sebagian hasil penjualan supaya ada uang yang bisa dilipat, menyuruh anak untuk bilang ‘tidak ada siapa-siapa di rumah’ pada seorang penagih hutang yang datang ke rumah, berkata berlebihan untuk mendapat perhatian dari atasan, dan bermacam tipuan lain yang sampai saat ini selalu mengusik hati Saya dan Anda (padahal tipuannya telah dilakukan bertahun-tahun lamanya).

Kenapa Harus Menipu?

Ya, mungkin Saya dan Anda sudah sangat sering menipu seseorang – untuk kepentingan apapun itu – karena kita ingin menghindari masalah yang sedang menghampiri kita. Padahal saat kita menghindari masalah yang satu, maka akan ada masalah beruntun yang menghampiri. Mungkin masalahnya bertambah banyak atau bertambah besar. Bagaimana pun masalah itu, saat kita sikapi dengan cara menipu, maka tipuan-tipuan yang lebih besar dan banyak perlu kita buat. Dan itu sangat melelahkan.

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.
[at-Taubah/9:119]

Kenapa Harus Jujur?

Sudah bosan kita mendengar kalimat “berkatalah secara jujur walau itu pahit” namun kita sangat jarang mengungkapkan apapun secara jujur. Kita tidak mengetahui masa depan. Lalu kenapa takut mengorbankan hari ini dengan berkata secara jujur apa adanya? Mungkin dengan berkata jujur peluang-peluang ke depan lebih terbuka lebar. Daripada menyesakkan dada dengan cara menipu lagi dan lagi dan seterusnya hingga mulut tidak bisa bicara lagi.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai